04/11/10

Festival Pembaca Indonesia 2010: Anugerah Pembaca Indonesia ke-1

Para pembaca,

Perkembangan dunia perbukuan di Indonesia terasa kian marak, terutama dalam 12 tahun terakhir. Tak bisa dipungkiri, reformasi memang kembali menumbuhkan gairah masyarakat Indonesia dalam sektor ini. Pertumbuhan ini ditandai dengan banyaknya penerbit buku yang bermunculan, yang bahkan bisa mengimbangi penerbit-penerbit yang sebelumnya mendominasi dunia perbukuan di Indonesia. Tidak itu saja, penulis-penulis baru tanpa sungkan menunjukkan karya mereka, seiring dengan penulis-penulis yang telah lebih dulu berkiprah, menandai periode baru di dunia ini.

Kegairahan ini tidak hanya dirasakan oleh penerbit dan penulis buku. Pembaca pun mulai mengambil peran dalam dunia perbukuan di Indonesia, melalui sikap kritis yang ditunjukkan terhadap buku-buku yang terbit dan beredar di negara ini. Seiring berjalannya waktu, sikap kritis yang keluar dari pembaca buku yang ada di Indonesia semakin berkualitas dan mendalam. Kritik-kritik yang ditujukan terhadap sebuah buku yang terbit tidak hanya melulu mengevaluasi cerita yang dimuat, tetapi juga melebar terhadap gambar sampul, pemilihan kata, kerapihan ejaan, dan bahkan ketepatan penerjemahan.

02/11/10

Festival Pembaca Indonesia 2010: Longlist Anugerah Pembaca Indonesia 2010

Kepada yang terhormat, para masyarakat pembaca di mana pun Anda berada, berikut kami umumkan daftar longlist judul buku dan nama penulis, serta perancang sampul yang terpilih dalam penjurian Anugerah Pembaca Indonesia 2010 dalam urutan acak.

Kategori Fiksi:
1. Perahu Kertas, karya Dee, 2009
2. Negeri Lima Menara, karya Ahmad Fuadi, 2009
3. Negeri Van Oranje, karya Wahyuningrat, et al, 2009
4. Love, Hate & Hocus-Pocus, karya Karla M Nashar, 2009
5. Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas, karya Andrea Hirata, 2010
6. Tea for Two, karya Clara Ng, 2009
7. Refrain, karya Winna Efendi, 2009
8. 9 Dari Nadira (kumcer), karya Leila S. Chudori, 2009
9. Galaksi Kinanthi, karya Tasaro, 2009
10. Tanah Tabu, karya Anindita S. Thayf, 2009

Kategori Non-fiksi:
1. The Naked Traveler 2, karya Trinity, 2010
2. The O Project, karya Firliana Purwanti, 2010
3. Wirausaha Mandiri, karya Rhenald Kasali, 2010
4. Dilarang Gondrong, karya Aria Wiratma, 2010
5. Membongkar Gurita Cikeas, karya George Junus Aditjondro, 2009
6. Sintong Panjaitan, karya Hendro Subroto, 2009
7. Long Distance Love, karya Imazahra, 2009
8. 30 Hari Jadi Murid Anakku, karya Mel, 2009
9. Tales from The Road, karya Matatita, 2009
10. I Can(not) Hear, karya Feby Indirani, 2009

LPM Aksi & Donasi GRI untuk Merapi: Bermain Bersama Anak-anak di Pengungsian Merapi

Bermain Bersama Anak-anak di Pengungsian Merapi
oleh: Shä.Lluvia (meisha)
1 November 2010  |  16:34

Ini adalah reportase kedua tentang kegiatan Canting bersama komunitas Goodreads regional Jogja di salah satu daerah rawan bencana Merapi. Reportase sebelumnya sudah ditulis oleh Belind di sini.

“Cantingers, kalau ada yang mau ikut ke pengungsian Muntilan, besok jam 7 ketemu di terminal Jombor. Kerjasama Goodreads Jogja.”

Itulah sms yang dikirim oleh mas Gugun Sabtu malam kemarin (30/10). Sebuah ajakan yang menarik karena sebelumnya saya dan teman-teman Canting memang ingin membantu para pengungsi di lereng Merapi. Namun kami belum sepakat akan membantu apa dikarenakan kesibukan masing-masing.

Akhirnya saya mengiyakan ajakan mas Gugun, Minggunya saya kebetulan mendapat jatah libur. Dan malam itu juga saya forward sms mas Gugun ke teman-teman. Sayangnya banyak yang tidak bisa/berhalangan.

Minggu pagi (31/10), sesuai yang sudah ditentukan, kami berkumpul di depan terminal Jombor. Pukul 07.30 formasi Canting yang hanya mas Gugun, mas Agung Poku, Yula, Belind, dan saya sudah berkumpul. Tapi kami masih menunggu teman-teman Goodreads sebagai pihak yang mengajak kami.

Setelah 30 menit kami menunggu, teman-teman Goodreads datang juga. Briefing dadakan pun dilakukan dan Canting pun ikut meluncur ke Muntilan dengan menumpang mobil pihak Goodreads.


01/11/10

Laporan Pandangan Mata: Aksi & Donasi Goodreads Indonesia untuk Merapi, 31 Oktober 2010 oleh Belinda

laporan pandangan mata: posko pengungsian ketunggeng-muntilan-magelang
oleh: Belindch
1 November 2010  |  09:12

sebelumnya mohon maaf, saya tidak pandai membuat liputan. hehehe..

muntilan (31/10), pagi ini saya bersama beberapa teman kompasianer (mas gugun, mba mesha, mas yula, mas agung) menggabungkan diri dengan kawan-kawan goodreads indonesia (komunitas baca) berangkat menuju muntilan magelang untuk mengunjungi beberapa posko pengungsi yang ada di sana. tujuan utama yang diusung oleh teman-teman goodreads adalah pendampingan anak-anak pengungsi. sebelum menuju ke lokasi, kami mampir ke rumah pelangi untuk berkoordinasi dengan koordinator relawan setempat. setelah berbagi tugas, akhirnya kami membagi rombongan menjadi 2 kelompok untuk menuju ke 2 lokasi yaitu ketunggeng dan ngrajeg. saya mendapat bagian kunjungan ke posko ketunggeng bersama kawan-kawan goodreads (mba iyud, mba luthfi, mba nova dan meta).

lokasi pengungsian ketunggeng ini terbagi menjadi 2 bagian. lokasi pertama adalah posko tinggal dan lokasi kedua adalah posko kesehatan. posko pengungsian di ketunggeng menempati bangunan sekolah dasar. menurut wawancara dengan beberapa warga, posko tersebut menampung sekitar 2000 jiwa. tak heran, kami sangat terkejut ketika mendapati anak-anak di posko tersebut jumlahnya mencapai sekitar 50an, sementara kami yang datang ke lokasi tersebut hanya berlima.

kegiatan disana cukup menyenangkan. kami membagi kelompok anak-anak menjadi 2. kelompok SD dan pra-SD. saya ditunjuk secara acak untuk mendampingi anak-anak pra-SD. kami bernyanyi, menggambar dan bercerita bersama. saya cukup senang dengan antusiasme anak-anak. ternyata bencana ini tak menyurutkan keceriaan dan rasa ingin tahu mereka. orangtua mereka pun turut serta mendampingi anak-anak. mereka sangat berterima kasih dan meminta kami untuk mengajak anak-anak bergembira agar tidak stress pasca bencana. saya acungkan jempol kepada teman-teman goodreads atas good idea ini. kadang kita terlalu berfokus pada bantuan materi dan melupakan bantuan-bantuan nonmateri seperti ini. trauma healing itu juga sangat diperlukan.

Dokumentasi Kegiatan Aksi & Donasi GRI untuk Merapi

Liputan Radar Semarang (Jawa Pos) tentang Aksi GRI Yogya untuk Merapi: Senin, 1 November 2010