Halooo... para pembaca setia blog ini,
apa kabar semuanya?
Kali ini kami datang membawa berita mengenai keriaan acara yang akan kami adakan pada bulan Desember mendatang: Indonesian Readers Festival 2013, atau juga yang dikenal sebagai Festival Pembaca Indonesia.
Acara yang akan diadakan pada tanggal 7-8 Desember 2013 di Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat ini adalah festival dari pembaca untuk pembaca.
Di
tahun ini kami menjanjikan festival yang sama kerennya, dengan mata
acara yang jauh lebih banyak dan bervariasi, serta durasi yang lebih
panjang.
Apa sih yang membedakan IRF 2013 dengan pameran-pameran serupa?
Tidak seperti acara pameran-pameran lain yang kebanyakan
menjajakan buku untuk dibeli oleh para pengunjungnya, Festival Pembaca
Indonesia justru menjadi ajang bagi para pembaca untuk memamerkan
timbunan koleksi buku-buku mereka. Di sini kamu bisa mengunjungi
stand-stand yang memamerkan koleksi-koleksi dengan tema-teman tertentu
yang pastinya unik dan menarik, baik merupakan koleksi pribadi, ataupun
komunitas. Di tahun-tahun sebelumnya, pengunjung dapat menemukan
stand-stand dengan jenis koleksi seperti buku-buku sejarah perang,
novel-novel metropop, buku-buku buluk dan langka, serta stand komunitas
yang seru di Festival Pembaca Indonesia.
Di Festival Pembaca Indonesia, tidak cuma pengunjung dan pengisi
stand saja yang hadir. Para penulis ternama juga biasanya wara-wiri.
Tahun lalu, kami berkesempatan untuk bertatap muka dengan Mbak Leila S.
Chudori, Kak Winna Effendi, Mbak Helvy Tiana Rosa, Alexander Thian, dan
masih banyak lagi.
Akan se-seru apa sih memangnya IRF 2013?
Di Festival Pembaca Indonesia 2013, para pengunjung yang sudah
mendaftarkan diri sebagai peserta GRI Amazing Race akan diajak
berlari-lari dan berkeliling area pameran untuk berlomba dalam mengikuti
tantangan dari kami!
Dan di akhir acara, akan ada segambreng hadiah dari GRI dan para sponsor
bagi para pemenang yang berhasil mengerjakan tantangan dari panitia.
Kemudian ada segudang acara seru yang bisa
kamu ikuti selama cara berlangsung. Ada talkshow dan
bincang-bincang bareng para penulis terkenal, workshop singkat yang
pastinya seru dan menarik, serta nonton bareng di bioskop baca yang akan
memutarkan film-film pilihan. Dan kesemuanya ini bisa kamu ikuti secara
GRATIS! Muahahahahaha
Tapi kemeriahan IRF 2013 serta gratisan-gratisan yang kami tawarkan
tidak hanya selesai sampai di situ saja. Di sini kamu bisa mendapatkan
banyak buku-buku keren dengan cuma-cuma. Gimana caranya? Bisa dengan
ikut talkshow yang biasanya memberikan hadiah buku untuk pengunjung,
atau dengan mengikuti Book Swap dan Book War yang kami adakan sepanjang hari!
Yang ingin tahu seperti apa serunya Book Swap yang diadakan oleh GRI, boleh intip di sini untuk tahu seperti apa sih acara Book Swap yang baru-baru ini diadakan oleh kami.
Untuk berita terbaru mengenai IRF 2013, silakan terus memantau linimasa @bacaituseru dan blog di festivalpembacaindonesia.com
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
13/10/13
27/01/12
PENTING! Selamatkan Indonesian Entry di Goodreads
Apa kabar goodreaders? Semoga selalu kebaikan dan kesehatan yang melingkupi kita semua ya...
Nah, yang berikut ini bisa jadi merupakan kabar kurang enak bagi markas besar kita, www.goodreads.com, dikarenakan ada sedikit masalah dengan third party yang rewel sama goodreads. Buntutnya, beberapa entry buku dalam database goodreads terancam untuk terhapus. Ini Gawat! Jadi, mohon bantuanmu untuk bisa menyelamatkannya. Caranya? Silakan disimak yang berikut ini (dicopy paste dari tret Usulan & Ajakan di group Goodreads Indonesia yang diunggah kali pertama oleh Sdr. Nenangs)
Gara2 GR dan Amazon kurang akur, entry yang berasal dari amazon akan dihapus, dengan beberapa detail yang bisa dibaca di sini (in english):
Informasi pentingnya adalah, deadline penghapusan tersebut adalah tanggal 30 Januari 2012.
Dengan ini saya bermaksud mengajak teman-teman untuk menyelamatkan ribuan goodreads entry yang berasal dari manual entry yang teman2 sudah lakukan, karena buku-buku tersebut nantinya (kemungkinan, as in belum tentu) akan terhapus bersamaan dengan dihapuskannya Amazon entry.
Caranya cukup mudah, teman-teman bisa klik link rescuing tools yang diberikan otis pada post #1, link tsb akan otomatis membuka daftar buku-buku dalam shelf teman2 yang perlu diselamatkan. Selanjutnya mudah,
1. jika teman-teman memiliki buku fisik atau ebook dari entry tersebut, tinggal isikan nama pengarang atau judul buku (tergantung informasi yang diminta), lalu tick box "I have a physical or ebook copy of this book present"
atau
2. jika tidak memiliki buku fisiknya, tapi mengetahui URL sourcenya (sebaiknya URL penerbit, no bookseller please), bisa isikan URLnya, lalu tick box " I verify that I have legally obtained all the information entered into this form from the URL above"
3. klik "submit" button.
Semoga buku-buku indonesia terselamatkan...:)
1. jika teman-teman memiliki buku fisik atau ebook dari entry tersebut, tinggal isikan nama pengarang atau judul buku (tergantung informasi yang diminta), lalu tick box "I have a physical or ebook copy of this book present"
atau
2. jika tidak memiliki buku fisiknya, tapi mengetahui URL sourcenya (sebaiknya URL penerbit, no bookseller please), bisa isikan URLnya, lalu tick box " I verify that I have legally obtained all the information entered into this form from the URL above"
3. klik "submit" button.
Semoga buku-buku indonesia terselamatkan...:)
05/07/11
Festival Pembaca Indonesia 2011?
Nantikan di akhir tahun 2011 ini, sebuah festival yang diselenggarakan oleh seluruh pembaca dengan aneka kegiatan menarik, mendidik, dan beyond your imagination. Acaranya sangat menarik dan tak terlupakan. Dimeriahkan oleh para penulis berbakat di Indonesia.
Tunggu info lebih lanjut tentang acara ini!
Tunggu info lebih lanjut tentang acara ini!
02/12/10
Susunan Acara Festival Pembaca Indonesia 2010
Silakan klik pada gambar di atas untuk melihat lebih jelas apa saja aktivitas selama Festival Pembaca Indonesia 2010.
*
Tags:
agenda
,
berita
,
festival pembaca indonesia
,
news
30/11/10
Jadwal Nonton Bareng di Festival Pembaca Indonesia 2010
“STARDUST”
Pukul 10:30 – 12:30 WIB
Pemain:
Charlie Cox, Claire Danes, Peter O’Toole, Michelle Pfeiffer, Robert De Niro, Sienna Miller
Sutradara:
Matthew Vaughn
Sinopsis:Diangkat dari novel berjudul sama, karya Neil Gaiman, yang memenangkan “Novel Dewasa Terbaik” pada tahun 1999 versi Mythopoeic Fantasy Award. Film ini berkisah tentang Tristan Thorn (Charlie Cox), seorang pemuda canggung yang tinggal di sebuah desa yang dikelilingi tembok besar bernama The Wall. Tristan jatuh cinta pada Victoria (Sienna Miller), yang sudah memiliki kekasih. Untuk membuktikan bahwa kadar cintanya lebih besar,Tristan berjanji membawakan Victoria bintang jatuh yang mereka lihat bersama.
Tags:
agenda
,
berita
,
festival pembaca indonesia
,
info
,
news
Jadwal Talkshow dan Peluncuran Buku di Tenda Besar
1. Ngobrol pagi “Publish Your Dream!” bareng Brillian Yotenega (Nulisbuku.com). Pukul 10.30 – 11.00 wib
2. Obrolan Buku “The Vampire Diaries” karya L J Smith yang diterbitkan oleh ATRIA, dengan pembicara: Anya Rompas. Pukul 11.00 – 12.00 wib
SINOPSIS
Setelah terkubur berabad-abad, dendam di antara vampir bersaudara itu kembali tersulut. Elena tertarik dan terjebak dalam pesona misterius mereka. Tidak jarang, kisah cinta segitiga mereka harus menyerempet maut. Tapi, siapakah yang dipilih Elena?
L. J. Smith telah menerbitkan lusinan buku anak dan remaja. The Vampire Diaries terbit pertama kali pada 1991 dan kini menjadi salah satu serial TV yang paling digemari di Amerika Serikat.
2. Obrolan Buku “The Vampire Diaries” karya L J Smith yang diterbitkan oleh ATRIA, dengan pembicara: Anya Rompas. Pukul 11.00 – 12.00 wib
SINOPSIS
Setelah terkubur berabad-abad, dendam di antara vampir bersaudara itu kembali tersulut. Elena tertarik dan terjebak dalam pesona misterius mereka. Tidak jarang, kisah cinta segitiga mereka harus menyerempet maut. Tapi, siapakah yang dipilih Elena?
L. J. Smith telah menerbitkan lusinan buku anak dan remaja. The Vampire Diaries terbit pertama kali pada 1991 dan kini menjadi salah satu serial TV yang paling digemari di Amerika Serikat.
Tags:
agenda
,
berita
,
festival pembaca indonesia
,
info
26/11/10
Festival Pembaca Indonesia 2010 - Rayakan Hidup Dengan Membaca!
"Rayakan hidup dengan membaca!"
Minggu, 5 Desember 2010
Pukul: 10.00 - 18.00 wib
Minggu, 5 Desember 2010
Pukul: 10.00 - 18.00 wib
Plaza Area, GOR Soemantri Brojonegoro
Pasar Festival - Kuningan
Jakarta Selatan
GRATIS!!!
Informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi:
Blog http://festivalpembacaindonesia.wordpress.com
Facebook Page http://www.facebook.com/festivalpembacaindonesia
Twitter follow @bacaituseru
GRATIS!!!
Informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi:
Blog http://festivalpembacaindonesia.wordpress.com
Facebook Page http://www.facebook.com/festivalpembacaindonesia
Twitter follow @bacaituseru
15/11/10
Ikuti lomba seru di stand Pojok Anak
Dalam rangkaian acara Festival Pembaca Indonesia 2010, Goodreads Indonesia menyelenggarakan lomba seru banget untuk anak-anak yang datang…
Lomba MEWARNAI:
Sesi I
Pukul: 12.00-13.00 WIB
Kategori: TK (4-5) tahun
Peserta: 20 orang
Sesi II
Pukul: 15.00-16.00 WIB
Kategori: SD kelas 1 & 2 (6-7) tahun
Peserta: 20 orang
Ketentuan:
Peserta diharapkan membawa peralatan mewarnai dan meja gambar sendiri.
Panitia hanya akan menyediakan kertas mewarnai.
Lomba MEWARNAI:
Sesi I
Pukul: 12.00-13.00 WIB
Kategori: TK (4-5) tahun
Peserta: 20 orang
Sesi II
Pukul: 15.00-16.00 WIB
Kategori: SD kelas 1 & 2 (6-7) tahun
Peserta: 20 orang
Ketentuan:
Peserta diharapkan membawa peralatan mewarnai dan meja gambar sendiri.
Panitia hanya akan menyediakan kertas mewarnai.
04/11/10
Festival Pembaca Indonesia 2010: Anugerah Pembaca Indonesia ke-1
Para pembaca,
Perkembangan dunia perbukuan di Indonesia terasa kian marak, terutama dalam 12 tahun terakhir. Tak bisa dipungkiri, reformasi memang kembali menumbuhkan gairah masyarakat Indonesia dalam sektor ini. Pertumbuhan ini ditandai dengan banyaknya penerbit buku yang bermunculan, yang bahkan bisa mengimbangi penerbit-penerbit yang sebelumnya mendominasi dunia perbukuan di Indonesia. Tidak itu saja, penulis-penulis baru tanpa sungkan menunjukkan karya mereka, seiring dengan penulis-penulis yang telah lebih dulu berkiprah, menandai periode baru di dunia ini.
Kegairahan ini tidak hanya dirasakan oleh penerbit dan penulis buku. Pembaca pun mulai mengambil peran dalam dunia perbukuan di Indonesia, melalui sikap kritis yang ditunjukkan terhadap buku-buku yang terbit dan beredar di negara ini. Seiring berjalannya waktu, sikap kritis yang keluar dari pembaca buku yang ada di Indonesia semakin berkualitas dan mendalam. Kritik-kritik yang ditujukan terhadap sebuah buku yang terbit tidak hanya melulu mengevaluasi cerita yang dimuat, tetapi juga melebar terhadap gambar sampul, pemilihan kata, kerapihan ejaan, dan bahkan ketepatan penerjemahan.
Perkembangan dunia perbukuan di Indonesia terasa kian marak, terutama dalam 12 tahun terakhir. Tak bisa dipungkiri, reformasi memang kembali menumbuhkan gairah masyarakat Indonesia dalam sektor ini. Pertumbuhan ini ditandai dengan banyaknya penerbit buku yang bermunculan, yang bahkan bisa mengimbangi penerbit-penerbit yang sebelumnya mendominasi dunia perbukuan di Indonesia. Tidak itu saja, penulis-penulis baru tanpa sungkan menunjukkan karya mereka, seiring dengan penulis-penulis yang telah lebih dulu berkiprah, menandai periode baru di dunia ini.
Kegairahan ini tidak hanya dirasakan oleh penerbit dan penulis buku. Pembaca pun mulai mengambil peran dalam dunia perbukuan di Indonesia, melalui sikap kritis yang ditunjukkan terhadap buku-buku yang terbit dan beredar di negara ini. Seiring berjalannya waktu, sikap kritis yang keluar dari pembaca buku yang ada di Indonesia semakin berkualitas dan mendalam. Kritik-kritik yang ditujukan terhadap sebuah buku yang terbit tidak hanya melulu mengevaluasi cerita yang dimuat, tetapi juga melebar terhadap gambar sampul, pemilihan kata, kerapihan ejaan, dan bahkan ketepatan penerjemahan.
19/10/10
Festival Pembaca Indonesia 2010: Bikin seru hidup dengan membaca!
Goodreads (http://www.goodreads.com/) adalah situs jejaring sosial khusus untuk para pembaca di seluruh belahan dunia, yang memungkinkan seseorang untuk melihat isi “rak” buku temannya: buku apa yang sudah dibaca (read), sedang dibaca (currently reading), dan akan dibaca (to-read). Situs ini dibangun pada akhir tahun 2006 oleh Otis Chandler dan sudah mengundang lebih dari 2.000.000 pembaca di seluruh dunia untuk bergabung dan memasukkan sekurangnya 40.000.000 judul buku ke dalam pusat data Goodreads.
Para pembaca dari Indonesia yang sudah bergabung dengan Goodreads kemudian membentuk grup Goodreads Indonesia (GRI) pada tanggal 7 Juni 2007. Di ulang tahunnya yang ketiga, sudah 3.700 pembaca Indonesia bergabung dan lebih dari 8.700 buku berbahasa Indonesia diunggah ke pusat data Goodreads. Dan hingga bulan Oktober 2010, jumlah anggota GRI naik lagi menjadi 4.200 pembaca dan jumlah buku berbahasa Indonesia yang terdata sudah lebih dari 9.000 judul.
Goodreads Indonesia berusaha untuk selalu berperan aktif dalam dunia perbukuan di Indonesia. Goodreads Indonesia tidak mau berhenti hanya pada tahapan sebagai komunitas pembaca pasif. Komunitas ini berkehendak untuk menjadi komunitas pembaca aktif yang diwujudkan dalam pelbagai misi kegiatan di dunia maya (online) maupun di dunia nyata.
Misi dari setiap kegiatan selalu diarahkan untuk menciptakan “jembatan” atau ruang dialog antara penulis dan pembaca, penerbit dan pembaca, dan masyarakat sebagai pembaca kebanyakan.
Di penghujung tahun 2010 ini, Goodreads Indonesia bermaksud mengadakan Festival Pembaca Indonesia 2010 sebagai kegiatan non-profit dalam bentuk rekreasi baca yang diselenggarakan oleh pembaca, untuk pembaca serta masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama Festival Pembaca Indonesia 2010:
Susunan Acara
Seluruh acara dalam Festival Pembaca Indonesia 2010 akan berlangsung secara bersamaan mulai dari pukul 10.00 sampai 18.00 WIB. Susunan acara dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Jika Anda atau komunitas Anda berminat menjadi peserta Pameran Koleksi Buku, atau berminat untuk menjalin kerjasama dalam bentuk Media Partner, Sponsorship, Pengisi acara di Pojok Anak atau Tenda Utama, atau ingin membuka stand di Area Makanan, silahkan hubungi nomor-nomor di bawah ini:
Informasi mengenai Festival Pembaca Indonesia 2010 dan Kerjasama Media Partner
Jimmy (0816 1630 898) | Ana (0878 7723 6057) | Echa (0815 9468 314)
Informasi dan Pendaftaran Peserta Pameran Koleksi Buku
Harun (0856 9259 3710)
Informasi dan Kerjasama Sponsor
Amang (089900 66000) | Truly (0856 923 20 911) | Aldo (0815 8777 270)
Informasi dan Pendaftaran Talk Show / Workshop / Launching Buku
Vera (0812 8183 713)
Informasi dan Pendaftaran Pengisi Acara di Pojok Anak
Rhe (0819 311 98983)
Informasi dan Pendaftaran Peserta di Area Makanan
Roos (0815 9352 702) | Mia (0852 3420 5008)
Happy Reading!
Goodreads Indonesia
Para pembaca dari Indonesia yang sudah bergabung dengan Goodreads kemudian membentuk grup Goodreads Indonesia (GRI) pada tanggal 7 Juni 2007. Di ulang tahunnya yang ketiga, sudah 3.700 pembaca Indonesia bergabung dan lebih dari 8.700 buku berbahasa Indonesia diunggah ke pusat data Goodreads. Dan hingga bulan Oktober 2010, jumlah anggota GRI naik lagi menjadi 4.200 pembaca dan jumlah buku berbahasa Indonesia yang terdata sudah lebih dari 9.000 judul.
Goodreads Indonesia berusaha untuk selalu berperan aktif dalam dunia perbukuan di Indonesia. Goodreads Indonesia tidak mau berhenti hanya pada tahapan sebagai komunitas pembaca pasif. Komunitas ini berkehendak untuk menjadi komunitas pembaca aktif yang diwujudkan dalam pelbagai misi kegiatan di dunia maya (online) maupun di dunia nyata.
Misi dari setiap kegiatan selalu diarahkan untuk menciptakan “jembatan” atau ruang dialog antara penulis dan pembaca, penerbit dan pembaca, dan masyarakat sebagai pembaca kebanyakan.
Di penghujung tahun 2010 ini, Goodreads Indonesia bermaksud mengadakan Festival Pembaca Indonesia 2010 sebagai kegiatan non-profit dalam bentuk rekreasi baca yang diselenggarakan oleh pembaca, untuk pembaca serta masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama Festival Pembaca Indonesia 2010:
- Tunjukkan Koleksimu, merupakan pameran koleksi buku yang akan menempati Tenda Pameran seluas 10 x 16 meter. Peserta pameran bisa berupa individual, komunitas, rumah baca, taman bacaan, perpustakaan dengan jumlah stand yang disediakan sebanyak 48 stand yang masing-masing berukuran 2×1 meter.
- Talkshow, Temu Penulis, Launching Buku, Workshop dari penulis, instansi/perusahaan yang akan berlangsung di Tenda Utama seluas 16 x 4 meter.
- Pojok Anak, merupakan kegiatan yang dikhususkan untuk pengunjung anak-anak, mulai dari mendengarkan dongeng, membuat resensi, mewarnai, serta bermain. Semua kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Tenda Pojok Anak seluas 3 x 6 meter.
- Nonton Bareng, merupakan kegiatan menonton film-film yang diadaptasi dari buku yang telah diterbitkan. Menempati Tenda “Nonton Bareng” seluas 3 x 6 meter.
- Tukar 1000 Buku, merupakan kegiatan menukar buku dengan cara yang seru dan gratis. Para pengunjung bisa membawa buku-buku dan menukarkannya dengan buku-bukunya (baru/bekas) yang disediakan Goodread Indonesia. Kegiatan ini menempati Tenda “Bookswap” seluas 10 x 2 meter.
- Anugerah Pembaca Indonesia, merupakan kegiatan apresiasi dari para pembaca Indonesia kepada insan perbukuan yang ada di Indonesia. Anugerah diumumkan pada saat penutupan festival.
- Goodreads Indonesia’ Wall of Fame, merupakan pameran foto-foto, kliping berita, laporan-laporan kegiatan Goodreads Indonesia selama 3 tahun serta media promosi dan publikasi Goodreads Indonesia. Sekaligus kegiatan untuk menjual merchandise Goodreads Indonesia.
- Dan sejumlah kegiatan seru lainnya.
Susunan Acara
Seluruh acara dalam Festival Pembaca Indonesia 2010 akan berlangsung secara bersamaan mulai dari pukul 10.00 sampai 18.00 WIB. Susunan acara dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Jika Anda atau komunitas Anda berminat menjadi peserta Pameran Koleksi Buku, atau berminat untuk menjalin kerjasama dalam bentuk Media Partner, Sponsorship, Pengisi acara di Pojok Anak atau Tenda Utama, atau ingin membuka stand di Area Makanan, silahkan hubungi nomor-nomor di bawah ini:
Informasi mengenai Festival Pembaca Indonesia 2010 dan Kerjasama Media Partner
Jimmy (0816 1630 898) | Ana (0878 7723 6057) | Echa (0815 9468 314)
Informasi dan Pendaftaran Peserta Pameran Koleksi Buku
Harun (0856 9259 3710)
Informasi dan Kerjasama Sponsor
Amang (089900 66000) | Truly (0856 923 20 911) | Aldo (0815 8777 270)
Informasi dan Pendaftaran Talk Show / Workshop / Launching Buku
Vera (0812 8183 713)
Informasi dan Pendaftaran Pengisi Acara di Pojok Anak
Rhe (0819 311 98983)
Informasi dan Pendaftaran Peserta di Area Makanan
Roos (0815 9352 702) | Mia (0852 3420 5008)
Happy Reading!
Goodreads Indonesia
06/10/09
Dropzone Pembaca Peduli

Temukan tanda ini, tempat kemana sumbangan buku dikumpulkan:
JAKARTA: FiXiMix Jl. Desa Putra 74A, Jagakarta, Jakarta Selatan 12640 (Henny Purnama Sari) | MP Book Point Jl. Puri Mutiara Raya No. 72, Jeruk Purut, Cipete Jakarta Selatan (Diana Caroline) | ILP KS Tubun Jl. K.S. Tubun 14, Jakarta 10260 (Yunita Christiani) | PERKOSAKATA Jl. H. Marzuki no. 12 IKPN Bintaro Jakarta Selatan 12330 | Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin Lantai 2 Gedung Galeri Cipta II Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl. Cikini Raya no. 73 Jakarta Pusat
BANDUNG: Potluck Coffee Bar & Library Jl. H. Wasid No. 31 Bandung (Felicia Lasmana)| Sevenheaven Bookstore
PALANGKARAYA: Perum Pinus Permai II No. 3, Panarum, Pahandut, Palangkaraya 73111 (Erry)
SEMARANG: Jl. Dr. Setyabudi No. 33, Semarang 50262 (Pratono)
Bagi yang punya tempat dan mau ketempatan jadi tempat DROPZONE, silakan kirim email ke: goodreads.indonesia@gmail.com
Tags:
bantuan
,
berita
,
info
,
posko pembaca peduli
09/10/08
Artikel 1/3: Profil Goodreads Indonesia di Kompas 5 Okt 08
Kami Tidak Pandang Buku
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/05/01455467/kami.tidak.pandang.buku
Minggu, 5 Oktober 2008
Lusiana Indriasari

Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya. Agar semakin banyak orang gemar membaca buku, komunitas pencinta buku Goodreads Indonesia aktif mengadakan kegiatan baca buku bersama.
Sesekali mereka juga menapak tilas dari buku berlatar belakang sejarah. Salah satu buku yang memberi gagasan itu adalah novel fiksi Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC karya ES Ito.
Demi menelusuri tempat bersejarah yang disebut-sebut dalam buku itu, Goodreads Indonesia menggandeng komunitas Sahabat Museum dan Jakarta’s Bookworms. Mereka lalu melakukan perjalanan mulai dari Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) hingga ke Pulau Onrust di Kepulauan Seribu.
Minggu (3/8) lalu, sekitar 350 orang dari berbagai usia berkumpul di Museum Fatahillah. Dengan 12 kapal tongkang sewaan mereka lalu berlayar ke Pulau Onrust.
Tidak lupa sang penulis novel, ES Ito, pun diajak serta. Ada juga pakar sejarah Jakarta, Alwi Shihab, dan Lilie Suratminto, penulis buku Makna Sosio Historis Batu Nisan VOC di Batavia.
Sambil menelusuri tempat-tempat bersejarah itu peserta asyik mendengarkan cerita di balik tempat bersejarah yang dikunjungi dari Alwi Shihab dan Lilie.
”Setelah membaca bukunya, kami ingin melihat langsung tempat bersejarah itu,” kata Amang Suramang, salah satu moderator komunitas Goodreads Indonesia.
Museum Fatahillah dipilih sebagai tempat berkumpul karena dalam Rahasia Meede, ES Ito menulis ada terowongan tua di Jakarta yang pintu masuknya berada di dalam Museum Fatahillah. Rute terowongan itu diyakini menuju tempat persembunyian emas VOC.
Rak buku
Komunitas Goodreads sebenarnya adalah komunitas baca internasional yang digagas Otis Chandler pada tahun 2007. Otis adalah pemilik perusahaan penerbitan di Amerika Serikat yang juga menerbitkan Los Angeles Times.
Pada bulan Juni tahun 2007, pencinta buku di Indonesia, Femmy Syahrani, membentuk grup di situs internet Goodreads internasional dan dikenal dengan nama Goodreads Indonesia. Sekarang komunitas ini digawangi lima moderator, yaitu Femmy, Amang, Roos, Lita, dan Gieb. Anggota komunitas Goodreads Indonesia kini sudah mencapai lebih dari 1.190 orang.
Di situs Goodreads Indonesia, masing-masing anggota memiliki ”rak buku” dan memajang koleksi buku yang mereka miliki. Saat mengeklik profil anggota, langsung terpampang deretan buku yang mereka miliki, lengkap dengan pemeringkatannya. ”Kalau ada yang berminat dan sudah saling kenal, bisa tukar-tukaran baca,” kata Amang yang punya koleksi 515 buku, termasuk tiga buku yang dilarang beredar di dalam negeri.
Menonton bersama
Oleh komunitas Goodreads Indonesia, membaca dibuat menjadi kegiatan menyenangkan. Selain melakukan kegiatan membaca bersama yang periode bacanya ditentukan, komunitas ini juga melengkapi imajinasi mereka dengan nonton film bersama.
Banyak buku yang sudah difilmkan menjadi santapan bagi para pencinta buku Goodreads Indonesia. Film-film yang beredar di pasaran seperti Harry Potter, Narnia, atau Laskar Pelangi yang diangkat dari buku sudah pasti menarik bagi anggota Goodreads Indonesia.
Selain menonton di bioskop, anggota komunitas juga menonton film-film dari DVD atau VCD. Sebagian film itu sudah sulit diperoleh di pasaran. ”Kami pernah nonton bersama film To Kill a Mocking Bird versi hitam-putih,” kata Gieb (30). Novel To Kill a Mocking Bird karya Harper Lee ini diangkat ke layar lebar tahun 1962 dan dibintangi aktor kawakan Gregory Peck.
Film-film zaman dulu ini dimiliki Aldo, salah satu anggota Goodreads Indonesia. Selain gemar mengoleksi buku, Aldo juga dikenal gemar mengoleksi film.
Meski usianya baru 1,5 tahun, tetapi komunitas pencinta buku ini termasuk yang paling aktif berkegiatan dibandingkan komunitas serupa lainnya. Dengan berinteraksi di dunia maya, mereka menggelar kegiatan baca buku bersama, lomba meresensi buku, dan diskusi buku.
Melalui dunia maya, mereka juga menggalang relawan untuk mengaktifkan perpustakaan di sekitar pembaca dengan membentuk wadah Sobat Perpus.
Rencananya Sobat Perpus akan mendata perpustakaan mana saja yang perlu dihidupkan lagi lalu mencari donasi untuk berkegiatan di perpustakaan tersebut atau untuk menambah koleksi buku.
”Kami bercita-cita membangun budaya membaca di masyarakat kita,” kata Amang. Dengan beragam kegiatannya, komunitas Goodreads Indonesia mencoba membentuk diri menjadi pembaca aktif. Mereka tidak ingin sekadar membaca buku lalu buku itu disimpan di rak setelah selesai dibaca.
Simak tekad mereka seperti tertulis di situs http://www.goodreads.com/group/show/345.Indonesia.
”Kami hidup untuk membaca buku. Buku apa saja boleh dibaca. Buku apa saja boleh dibicarakan. Pokoknya kami tidak pandang buku. Yang terpenting bagi kami, di milis ini kami bisa berbagi gagasan, pemikiran, dan perasaan dengan teman-teman sesama kutu buku.”
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/05/01455467/kami.tidak.pandang.buku
Minggu, 5 Oktober 2008
Lusiana Indriasari
Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya. Agar semakin banyak orang gemar membaca buku, komunitas pencinta buku Goodreads Indonesia aktif mengadakan kegiatan baca buku bersama.
Sesekali mereka juga menapak tilas dari buku berlatar belakang sejarah. Salah satu buku yang memberi gagasan itu adalah novel fiksi Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC karya ES Ito.
Demi menelusuri tempat bersejarah yang disebut-sebut dalam buku itu, Goodreads Indonesia menggandeng komunitas Sahabat Museum dan Jakarta’s Bookworms. Mereka lalu melakukan perjalanan mulai dari Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) hingga ke Pulau Onrust di Kepulauan Seribu.
Minggu (3/8) lalu, sekitar 350 orang dari berbagai usia berkumpul di Museum Fatahillah. Dengan 12 kapal tongkang sewaan mereka lalu berlayar ke Pulau Onrust.
Tidak lupa sang penulis novel, ES Ito, pun diajak serta. Ada juga pakar sejarah Jakarta, Alwi Shihab, dan Lilie Suratminto, penulis buku Makna Sosio Historis Batu Nisan VOC di Batavia.
Sambil menelusuri tempat-tempat bersejarah itu peserta asyik mendengarkan cerita di balik tempat bersejarah yang dikunjungi dari Alwi Shihab dan Lilie.
”Setelah membaca bukunya, kami ingin melihat langsung tempat bersejarah itu,” kata Amang Suramang, salah satu moderator komunitas Goodreads Indonesia.
Museum Fatahillah dipilih sebagai tempat berkumpul karena dalam Rahasia Meede, ES Ito menulis ada terowongan tua di Jakarta yang pintu masuknya berada di dalam Museum Fatahillah. Rute terowongan itu diyakini menuju tempat persembunyian emas VOC.
Rak buku
Komunitas Goodreads sebenarnya adalah komunitas baca internasional yang digagas Otis Chandler pada tahun 2007. Otis adalah pemilik perusahaan penerbitan di Amerika Serikat yang juga menerbitkan Los Angeles Times.
Pada bulan Juni tahun 2007, pencinta buku di Indonesia, Femmy Syahrani, membentuk grup di situs internet Goodreads internasional dan dikenal dengan nama Goodreads Indonesia. Sekarang komunitas ini digawangi lima moderator, yaitu Femmy, Amang, Roos, Lita, dan Gieb. Anggota komunitas Goodreads Indonesia kini sudah mencapai lebih dari 1.190 orang.
Di situs Goodreads Indonesia, masing-masing anggota memiliki ”rak buku” dan memajang koleksi buku yang mereka miliki. Saat mengeklik profil anggota, langsung terpampang deretan buku yang mereka miliki, lengkap dengan pemeringkatannya. ”Kalau ada yang berminat dan sudah saling kenal, bisa tukar-tukaran baca,” kata Amang yang punya koleksi 515 buku, termasuk tiga buku yang dilarang beredar di dalam negeri.
Menonton bersama
Oleh komunitas Goodreads Indonesia, membaca dibuat menjadi kegiatan menyenangkan. Selain melakukan kegiatan membaca bersama yang periode bacanya ditentukan, komunitas ini juga melengkapi imajinasi mereka dengan nonton film bersama.
Banyak buku yang sudah difilmkan menjadi santapan bagi para pencinta buku Goodreads Indonesia. Film-film yang beredar di pasaran seperti Harry Potter, Narnia, atau Laskar Pelangi yang diangkat dari buku sudah pasti menarik bagi anggota Goodreads Indonesia.
Selain menonton di bioskop, anggota komunitas juga menonton film-film dari DVD atau VCD. Sebagian film itu sudah sulit diperoleh di pasaran. ”Kami pernah nonton bersama film To Kill a Mocking Bird versi hitam-putih,” kata Gieb (30). Novel To Kill a Mocking Bird karya Harper Lee ini diangkat ke layar lebar tahun 1962 dan dibintangi aktor kawakan Gregory Peck.
Film-film zaman dulu ini dimiliki Aldo, salah satu anggota Goodreads Indonesia. Selain gemar mengoleksi buku, Aldo juga dikenal gemar mengoleksi film.
Meski usianya baru 1,5 tahun, tetapi komunitas pencinta buku ini termasuk yang paling aktif berkegiatan dibandingkan komunitas serupa lainnya. Dengan berinteraksi di dunia maya, mereka menggelar kegiatan baca buku bersama, lomba meresensi buku, dan diskusi buku.
Melalui dunia maya, mereka juga menggalang relawan untuk mengaktifkan perpustakaan di sekitar pembaca dengan membentuk wadah Sobat Perpus.
Rencananya Sobat Perpus akan mendata perpustakaan mana saja yang perlu dihidupkan lagi lalu mencari donasi untuk berkegiatan di perpustakaan tersebut atau untuk menambah koleksi buku.
”Kami bercita-cita membangun budaya membaca di masyarakat kita,” kata Amang. Dengan beragam kegiatannya, komunitas Goodreads Indonesia mencoba membentuk diri menjadi pembaca aktif. Mereka tidak ingin sekadar membaca buku lalu buku itu disimpan di rak setelah selesai dibaca.
Simak tekad mereka seperti tertulis di situs http://www.goodreads.com/group/show/345.Indonesia.
”Kami hidup untuk membaca buku. Buku apa saja boleh dibaca. Buku apa saja boleh dibicarakan. Pokoknya kami tidak pandang buku. Yang terpenting bagi kami, di milis ini kami bisa berbagi gagasan, pemikiran, dan perasaan dengan teman-teman sesama kutu buku.”
Tags:
berita
,
buku
,
info
,
press release
Artikel 2/3: Profil Goodreads Indonesia di Kompas 5 Okt 08
Pergaulan
Bukan Kutu Buku yang Kuper
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/05/01453298/bukan.kutu.buku.yang.kuper

"Meski kami kutu buku, tetapi kami bukan kutu buku pendiam atau kutu buku kuper (kurang pergaulan),” kata Monic (30-an), anggota komunitas Goodreads Indonesia di sebuah kafe di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Anggota komunitas ini, Senin (22/9), berkumpul untuk buka puasa bersama. Dengan kacamata tebalnya, Monic memang tampak seperti kutu buku seperti dicitrakan banyak orang. Akan tetapi, perempuan yang mempunyai usaha perkebunan ini jauh dari kesan pendiam.
”Saya senang ikut komunitas semacam Goodreads ini karena membuat saya tidak menjadi kuper,” tutur Monic.
Dengan ikut Goodreads Indonesia, Monic juga menjadi lebih terpacu rajin membaca buku. Biasanya, untuk buku setebal 300 halaman, misalnya, Monic membutuhkan waktu hampir satu bulan membacanya. Setelah ikut Goodreads ia bisa membaca buku setebal 500 halaman dalam waktu dua minggu.
Fara, anggota lain, juga merasakan manfaat bergabung dengan komunitas pencinta buku. Selama ini Fara kalau pergi ke toko buku selalu kebingungan memilih buku mana yang bagus dan enak dibaca.
”Saya selalu lapar mata. Ingin membeli banyak buku yang dipajang di rak toko buku, padahal belum tentu isinya bagus semua,” kata Fara yang sekarang bisa melihat resensi buku yang dibuat teman-temannya sebelum memutuskan membeli buku. Cara itu dianggap lebih hemat.
Bergabung dengan komunitas yang anggotanya punya kesamaan hobi dianggap menyenangkan karena mereka merasa satu hati sehingga lebih mudah menjalin pertemanan.
”Kami boleh berdiskusi sengit menanggapi satu buku. Ada pro dan kontra, tetapi setelah diskusi selesai kami berteman lagi,” tutur Gieb yang juga menjadi salah satu moderator Goodreads Indonesia.
Gieb bercerita, ketika muncul buku Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy, anggota komunitas ini terlibat perdebatan sengit. Ada yang memuji karya Habiburrahman, tetapi banyak pula yang mengkritik karena mengusung tema poligami.
”Kalau diskusinya sudah menjurus ke saling caci maki, moderator langsung menghentikan,” kata Gieb. (IND)
Bukan Kutu Buku yang Kuper
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/05/01453298/bukan.kutu.buku.yang.kuper
"Meski kami kutu buku, tetapi kami bukan kutu buku pendiam atau kutu buku kuper (kurang pergaulan),” kata Monic (30-an), anggota komunitas Goodreads Indonesia di sebuah kafe di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Anggota komunitas ini, Senin (22/9), berkumpul untuk buka puasa bersama. Dengan kacamata tebalnya, Monic memang tampak seperti kutu buku seperti dicitrakan banyak orang. Akan tetapi, perempuan yang mempunyai usaha perkebunan ini jauh dari kesan pendiam.
”Saya senang ikut komunitas semacam Goodreads ini karena membuat saya tidak menjadi kuper,” tutur Monic.
Dengan ikut Goodreads Indonesia, Monic juga menjadi lebih terpacu rajin membaca buku. Biasanya, untuk buku setebal 300 halaman, misalnya, Monic membutuhkan waktu hampir satu bulan membacanya. Setelah ikut Goodreads ia bisa membaca buku setebal 500 halaman dalam waktu dua minggu.
Fara, anggota lain, juga merasakan manfaat bergabung dengan komunitas pencinta buku. Selama ini Fara kalau pergi ke toko buku selalu kebingungan memilih buku mana yang bagus dan enak dibaca.
”Saya selalu lapar mata. Ingin membeli banyak buku yang dipajang di rak toko buku, padahal belum tentu isinya bagus semua,” kata Fara yang sekarang bisa melihat resensi buku yang dibuat teman-temannya sebelum memutuskan membeli buku. Cara itu dianggap lebih hemat.
Bergabung dengan komunitas yang anggotanya punya kesamaan hobi dianggap menyenangkan karena mereka merasa satu hati sehingga lebih mudah menjalin pertemanan.
”Kami boleh berdiskusi sengit menanggapi satu buku. Ada pro dan kontra, tetapi setelah diskusi selesai kami berteman lagi,” tutur Gieb yang juga menjadi salah satu moderator Goodreads Indonesia.
Gieb bercerita, ketika muncul buku Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy, anggota komunitas ini terlibat perdebatan sengit. Ada yang memuji karya Habiburrahman, tetapi banyak pula yang mengkritik karena mengusung tema poligami.
”Kalau diskusinya sudah menjurus ke saling caci maki, moderator langsung menghentikan,” kata Gieb. (IND)
Tags:
berita
,
buku
,
info
,
press release
Artikel 3/3: Profil Goodreads Indonesia di Kompas 5 Okt 08
Perburuan
Buku Langka, Buku Bekas, Buku Diskon
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/05/0144431/buku.langka.buku.bekas.buku.diskon

Selain buku baru, buku-buku bekas juga menjadi incaran pencinta buku Goodreads Indonesia. Motivasi mereka biasanya karena ingin mendapat buku-buku lama yang langka.
Karena banyak yang hobi berburu buku bekas, komunitas Goodreads Indonesia membuat daftar tempat berburu buku bekas (juga baru) di Indonesia. Beberapa surga tempat mencari buku bekas adalah di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang.
”Rencananya kami akan pergi ke Malang untuk mencari buku bersama,” tutur Gieb. Selain mencari buku, anggota komunitas ini juga akan berwisata di kota yang sejuk itu. Di Malang, kios-kios buku bekas ini ada di Jalan Wilis yang sebelumnya berada di Jalan Majapahit.
Selain pergi ke kios buku bekas, sebagian anggota komunitas Goodreads Indonesia mencari buku-buku di tempat persewaan buku. Jika ada buku yang diincar, mereka lalu mengajukan diri untuk membeli buku tersebut. Kebanyakan buku-buku yang bisa didapat di tempat penyewaan buku ini adalah buku-buku cerita silat.
Diskon buku
Namanya juga pencinta buku, barang yang paling diincar untuk dibeli tentunya buku. Karena gemar membeli buku, komunitas semacam ini sering menjadi target penerbit untuk memasarkan buku-buku baru.
Penerbit besar seperti Kepustakaan Populer Gramedia sering menginformasikan buku baru terbitan mereka. Selain buku baru, Penerbit Serambi juga sering menginformasikan acara pesta diskon.
”Kami di sini bukan menjadi kaki tangan penerbit. Kami hanya menyebarkan informasi agar pencinta buku tahu ke mana harus mencari buku,” kata Amang.
Ajang diskon buku memang selalu ditunggu-tunggu para pencinta buku ini. Ninus (26), anggota Goodreads Indonesia, senang sekali bisa memborong buku pada acara pesta diskon.
Dengan uang Rp 100.000 ia bisa memborong tujuh novel tebal yang bagus-bagus. Saking tebalnya, kata Ninus, buku itu bisa buat ganjal meja makan di rumah. (IND)
Buku Langka, Buku Bekas, Buku Diskon
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/05/0144431/buku.langka.buku.bekas.buku.diskon
Selain buku baru, buku-buku bekas juga menjadi incaran pencinta buku Goodreads Indonesia. Motivasi mereka biasanya karena ingin mendapat buku-buku lama yang langka.
Karena banyak yang hobi berburu buku bekas, komunitas Goodreads Indonesia membuat daftar tempat berburu buku bekas (juga baru) di Indonesia. Beberapa surga tempat mencari buku bekas adalah di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang.
”Rencananya kami akan pergi ke Malang untuk mencari buku bersama,” tutur Gieb. Selain mencari buku, anggota komunitas ini juga akan berwisata di kota yang sejuk itu. Di Malang, kios-kios buku bekas ini ada di Jalan Wilis yang sebelumnya berada di Jalan Majapahit.
Selain pergi ke kios buku bekas, sebagian anggota komunitas Goodreads Indonesia mencari buku-buku di tempat persewaan buku. Jika ada buku yang diincar, mereka lalu mengajukan diri untuk membeli buku tersebut. Kebanyakan buku-buku yang bisa didapat di tempat penyewaan buku ini adalah buku-buku cerita silat.
Diskon buku
Namanya juga pencinta buku, barang yang paling diincar untuk dibeli tentunya buku. Karena gemar membeli buku, komunitas semacam ini sering menjadi target penerbit untuk memasarkan buku-buku baru.
Penerbit besar seperti Kepustakaan Populer Gramedia sering menginformasikan buku baru terbitan mereka. Selain buku baru, Penerbit Serambi juga sering menginformasikan acara pesta diskon.
”Kami di sini bukan menjadi kaki tangan penerbit. Kami hanya menyebarkan informasi agar pencinta buku tahu ke mana harus mencari buku,” kata Amang.
Ajang diskon buku memang selalu ditunggu-tunggu para pencinta buku ini. Ninus (26), anggota Goodreads Indonesia, senang sekali bisa memborong buku pada acara pesta diskon.
Dengan uang Rp 100.000 ia bisa memborong tujuh novel tebal yang bagus-bagus. Saking tebalnya, kata Ninus, buku itu bisa buat ganjal meja makan di rumah. (IND)
08/08/08
Agustus 2008: 10 Buku Paling Banyak Dibaca versi Goodreads Indonesia
Goodreaders,
Ini dia 10 buku paling banyak dibaca dan ratingnya bagus versi Goodreads Indonesia.
Peringkat teratas masih diduduki oleh Laskar Pelangi yang bulan Juli juga berada di posisi teratas. Lalu secara mengejutkan, Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC naik 1 peringkat mengungguli Edensor yang harus turun 1peringkat. Bukan cuma Edensor yang turun, Sang Pemimpi karya Andrea Hirata lompat jauh ke posisi 10 dari posisi 4 bulan lalu.
Ada 3 pendatang baru di jajaran 10 teratas, yakni Divortiare-nya Ika Natassa, The Alchemist-nya Paulo Coelho, dan Love, Hate & Hocus-Pocus-nya Karla M. Nashar.
10 Buku Paling Banyak Dibaca versi Goodreads Indonesia
Bulan: Agustus 2008
1. Laskar Pelangi (Paperback)
by Andrea Hirata
avg rating 4.13 — 1487 ratings — published 2005
score: 13
posisi bulan lalu: 1 (sama)
2. Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC (Paperback)
by E.S. Ito
avg rating 3.98 — 132 ratings — published 2007
score: 10
posisi bulan lalu: 3 (naik satu peringkat)
3. Edensor (Paperback)
by Andrea Hirata
avg rating 4.09 — 948 ratings — published 2007
score: 8
posisi bulan lalu: 2 (turun 1 peringkat)
4. The Kite Runner (Paperback)
by Khaled Hosseini
avg rating 4.25 — 82061 ratings — published 2003
score: 6
posisi bulan lalu: 6 (naik 2 peringkat)
5. Twilight (Twilight Series, Book 1)
by Stephenie Meyer
avg rating 4.33 — 37885 ratings — published 2005
score: 6
posisi bulan lalu: 5 (sama)
6. Ketika Cinta Bertasbih
by Habiburrahman El Shirazy
avg rating 3.68 — 589 ratings — published 2007
score: 6
posisi bulan lalu: 9 (naik 3 peringkat)
7. divortiare (Paperback)
by Ika Natassa (goodreads author!)
avg rating 3.68 — 22 ratings — published 2008
score: 5
posisi bulan lalu: -
8. The Alchemist (Plus)
by Paulo Coelho (goodreads author!)
avg rating 3.80 — 40792 ratings — published 1988
score: 5
posisi bulan lalu: -
9. Love, Hate & Hocus-Pocus (soft cover)
by Karla M. Nashar
avg rating 3.76 — 21 ratings — published 2008
score: 5
posisi bulan lalu: -
10. Sang Pemimpi (Paperback)
by Andrea Hirata
avg rating 4.16 — 1001 ratings — published 2006
score: 5
posisi bulan lalu: 4 (turun 6 peringkat)
Setiap bulan, info ini akan diposting secara reguler. Semoga info ini berguna. Sumber
Ini dia 10 buku paling banyak dibaca dan ratingnya bagus versi Goodreads Indonesia.
Peringkat teratas masih diduduki oleh Laskar Pelangi yang bulan Juli juga berada di posisi teratas. Lalu secara mengejutkan, Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC naik 1 peringkat mengungguli Edensor yang harus turun 1peringkat. Bukan cuma Edensor yang turun, Sang Pemimpi karya Andrea Hirata lompat jauh ke posisi 10 dari posisi 4 bulan lalu.
Ada 3 pendatang baru di jajaran 10 teratas, yakni Divortiare-nya Ika Natassa, The Alchemist-nya Paulo Coelho, dan Love, Hate & Hocus-Pocus-nya Karla M. Nashar.
10 Buku Paling Banyak Dibaca versi Goodreads Indonesia
Bulan: Agustus 2008
1. Laskar Pelangi (Paperback)
by Andrea Hirata
avg rating 4.13 — 1487 ratings — published 2005
score: 13
posisi bulan lalu: 1 (sama)
2. Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC (Paperback)
by E.S. Ito
avg rating 3.98 — 132 ratings — published 2007
score: 10
posisi bulan lalu: 3 (naik satu peringkat)
3. Edensor (Paperback)
by Andrea Hirata
avg rating 4.09 — 948 ratings — published 2007
score: 8
posisi bulan lalu: 2 (turun 1 peringkat)
4. The Kite Runner (Paperback)
by Khaled Hosseini
avg rating 4.25 — 82061 ratings — published 2003
score: 6
posisi bulan lalu: 6 (naik 2 peringkat)
5. Twilight (Twilight Series, Book 1)
by Stephenie Meyer
avg rating 4.33 — 37885 ratings — published 2005
score: 6
posisi bulan lalu: 5 (sama)
6. Ketika Cinta Bertasbih
by Habiburrahman El Shirazy
avg rating 3.68 — 589 ratings — published 2007
score: 6
posisi bulan lalu: 9 (naik 3 peringkat)
7. divortiare (Paperback)
by Ika Natassa (goodreads author!)
avg rating 3.68 — 22 ratings — published 2008
score: 5
posisi bulan lalu: -
8. The Alchemist (Plus)
by Paulo Coelho (goodreads author!)
avg rating 3.80 — 40792 ratings — published 1988
score: 5
posisi bulan lalu: -
9. Love, Hate & Hocus-Pocus (soft cover)
by Karla M. Nashar
avg rating 3.76 — 21 ratings — published 2008
score: 5
posisi bulan lalu: -
10. Sang Pemimpi (Paperback)
by Andrea Hirata
avg rating 4.16 — 1001 ratings — published 2006
score: 5
posisi bulan lalu: 4 (turun 6 peringkat)
Setiap bulan, info ini akan diposting secara reguler. Semoga info ini berguna. Sumber
28/07/08
Yay! Iklan Acara Kita di Republika, 26 Juli 2008 halaman 19
Thanks pada sponsor kita, Penerbit Hikmah, iklan ini muncul di harian Republika, Sabtu, 26 Juli 2008 halaman 19. Wow! Semoga banyak yang ikutan yah. Buruan daftar...
Desain Kaos Jelajah Rahasia Meede
Ini dia, T-shirt GRATIS untuk yang ikutan Jelajah Rahasia Meede.
Keren kan? Keren kan? Makanya ikutan acaranya yah!!!
Keren kan? Keren kan? Makanya ikutan acaranya yah!!!
Buat yang mau ikutan, kumpul jam 06.30 pagi ya
PENGUMUMAN DARI (SAHABAT MUSEUM) BATMUS
Halo.. Halo..
Kepada Bapak-Bapak-Ibu-Ibu jang boediman jang soeda mendaftar ikutan nyari Harun Karun di Pulau Onrust dan sekitarnya, mohon perhatiannya... Kumpulnya di Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta), hari Minggu pagi tanggal 3 Agustus 2008 jam 06.30 (yah, setengah tujuh jek!) di pintu depan museumnya yah. Acaranya mulai jam 7 pagi dan dijadwalkan kelar jam 17 sore sudah kembali ke Museum Fatahillah (bubar jalannya di Taman Fatahillah, di depannya Museum Fatahillah). Oh iya dari Museum Fatahillah ke Muara Kamal naik Bus AC yah, kita charter buat pergi ke Muara Kamal dan pulang ke Museum Fatahillah pada petang hari,
lantas yang pengen nge-parkir mobil pagi-pagi, parkir aja di halaman depan Museum Fatahillah, tepatnya di pinggirnya Taman Fatahillah, atau kalo lebih enak lagi di depannya Museum Wayang sih, masuk aja ke daerah sini lewatin Kafe Batavia, kalo yg motor ntar akan kite usahain agar boleh parkir di halaman dalem Museum Fatahillah, pokoknya ntar kita atur sebaek-baeknya deh, janji deh, beneran deh, suwer deh, kagak bo'ong deh...
Dress code kagak ada, pakean bebas, mau pake kaos, pake singlet, pake u can see, pake yang adem aja deh, trus pake celana pendek juga boleh, pake alas kaki yang nyaman yah, mau sepatu keds kek, mau sendal gunung kek, yang penting yang bikin yey enak memijak bumi aja. oh iya bawa topi juga, payung juga gapapa, trus juga kaca mata matahari (ddduuh terjemahan gue kampring banget sih: sunglasses!), trus bawa handuk kecil juga
gapapa, sun-block lotion, buku-buku yang ditulis narasumbernya (gak harus sih, tapi daripada lu lupa, mending gue ingetin sekarang hehehe), lantas bawa kamera, hendikem, jangan lupa batrenya dipenuhin dulu, trus kalo perlu (buat jaga-jaga sih), bawa autan juga deh, kan nyamuk lagi nge-trend nih nyerang manusia anytime hehehe, oh iya kalo perlu bawa baju ganti, kesian ntar gerah pulang-pulang bau matahari, ckckckck, lalu, bawa makanan dan minuman ringan kalo mau, walopun ntar kite bagi-bagiin sih botol aqua pas ntar saat
hari agak siangan dan agak sorean gitcu.
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Harta Karun VOC di Pulau Onrust?
06.30 - 07.00: Pendaftaran Ulang di Museum Fatahillah
07.00 - 07.05: Perkenalan Sahabat Museum
07.05 - 07.10: Perkenalan Goodreads
07.10 - 07.15: Perkenalan Narasumber
(Lilie Suratminto, Alwi Shahab, E.S.Ito)
07.15 - 07.30: Membahas Buku: "Rahasia Meede"
07.30 - 07.45: Monumen Pieter Ebervelt
(narasumber utama: E.S.Ito)
07.45 - 08.15: Gedung Dasaad Musin Concern
(narasumber utama: Alwi Shahab)
08.15 - 09.00: Berangkat ke Pelabuhan Muara Kamal
09.00 - 10.00: Berangkat ke Pulau Onrust
10.00 - 11.00: Kelilingin Pulau Onrust
(narasumber utama: Lilie Suratminto)
11.00 - 12.00: Makan Siang & break
12.00 - 12.30: Kelilingin Pulau Kelor
12.30 - 12.45: Berangkat ke Pulau Bidadari
12.45 - 13.45: Kelilingin Pulau Bidadari
13.45 - 14.00: Berangkat ke Pulau Cipir
14.00 - 15.00: Kelilingin Pulau Cipir
15.00 - 16.00: Kembali ke Pelabuhan Muara Kamal
16.00 - 17.00: Perjalanan kembali ke Museum Fatahillah
Ntar kalo mau nanya-nanya tentang buku "Rahasia Meede" santai aja, gak harus pas di sesi si pengarang E.S.Ito menjelaskan pas jam-nya dia, jam 07.15 - 07.45, pokoknya fleksibel aja dah, dan ntar tanya jawabnya bisa kesana-kemari, boleh tanya E.S.Ito langsung, boleh tanya Pak Lilie Suratminto, boleh tanya Pak Alwi Shahab, pokoknya peserta boleh nanya apa aja, kapan aja, pas lagi jalan di bagian belakang Museum Fatahillah, maupun pas jalan kaki ke Gedung Dasaad Musin Concern, atu di Bus AC dalam perjalanan menuju Pelabuhan Muara Kamal, ataupun di atas Kapal Motor dan selama keliling pulau-pulau yang kita tuju, dan narasumber bisa dan sangat dinantikan untuk menimpali cerita sejarahnya walopun pada saat itu tidak sedang menjadi narasumber utama.
Ya udin kalo begeto, ntar aye kirimin detailnya Senen atau Selasa deh (eh ngomong-ngomong ini udah cukup detail yakh informasinya? hehehe, yuk mari membayar dan ajak temen-temen yang laen, ntar akan kite tambahin lagi kapal motornya).
salam manis selalu,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Halo.. Halo..
Kepada Bapak-Bapak-Ibu-Ibu jang boediman jang soeda mendaftar ikutan nyari Harun Karun di Pulau Onrust dan sekitarnya, mohon perhatiannya... Kumpulnya di Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta), hari Minggu pagi tanggal 3 Agustus 2008 jam 06.30 (yah, setengah tujuh jek!) di pintu depan museumnya yah. Acaranya mulai jam 7 pagi dan dijadwalkan kelar jam 17 sore sudah kembali ke Museum Fatahillah (bubar jalannya di Taman Fatahillah, di depannya Museum Fatahillah). Oh iya dari Museum Fatahillah ke Muara Kamal naik Bus AC yah, kita charter buat pergi ke Muara Kamal dan pulang ke Museum Fatahillah pada petang hari,
lantas yang pengen nge-parkir mobil pagi-pagi, parkir aja di halaman depan Museum Fatahillah, tepatnya di pinggirnya Taman Fatahillah, atau kalo lebih enak lagi di depannya Museum Wayang sih, masuk aja ke daerah sini lewatin Kafe Batavia, kalo yg motor ntar akan kite usahain agar boleh parkir di halaman dalem Museum Fatahillah, pokoknya ntar kita atur sebaek-baeknya deh, janji deh, beneran deh, suwer deh, kagak bo'ong deh...
Dress code kagak ada, pakean bebas, mau pake kaos, pake singlet, pake u can see, pake yang adem aja deh, trus pake celana pendek juga boleh, pake alas kaki yang nyaman yah, mau sepatu keds kek, mau sendal gunung kek, yang penting yang bikin yey enak memijak bumi aja. oh iya bawa topi juga, payung juga gapapa, trus juga kaca mata matahari (ddduuh terjemahan gue kampring banget sih: sunglasses!), trus bawa handuk kecil juga
gapapa, sun-block lotion, buku-buku yang ditulis narasumbernya (gak harus sih, tapi daripada lu lupa, mending gue ingetin sekarang hehehe), lantas bawa kamera, hendikem, jangan lupa batrenya dipenuhin dulu, trus kalo perlu (buat jaga-jaga sih), bawa autan juga deh, kan nyamuk lagi nge-trend nih nyerang manusia anytime hehehe, oh iya kalo perlu bawa baju ganti, kesian ntar gerah pulang-pulang bau matahari, ckckckck, lalu, bawa makanan dan minuman ringan kalo mau, walopun ntar kite bagi-bagiin sih botol aqua pas ntar saat
hari agak siangan dan agak sorean gitcu.
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Harta Karun VOC di Pulau Onrust?
06.30 - 07.00: Pendaftaran Ulang di Museum Fatahillah
07.00 - 07.05: Perkenalan Sahabat Museum
07.05 - 07.10: Perkenalan Goodreads
07.10 - 07.15: Perkenalan Narasumber
(Lilie Suratminto, Alwi Shahab, E.S.Ito)
07.15 - 07.30: Membahas Buku: "Rahasia Meede"
07.30 - 07.45: Monumen Pieter Ebervelt
(narasumber utama: E.S.Ito)
07.45 - 08.15: Gedung Dasaad Musin Concern
(narasumber utama: Alwi Shahab)
08.15 - 09.00: Berangkat ke Pelabuhan Muara Kamal
09.00 - 10.00: Berangkat ke Pulau Onrust
10.00 - 11.00: Kelilingin Pulau Onrust
(narasumber utama: Lilie Suratminto)
11.00 - 12.00: Makan Siang & break
12.00 - 12.30: Kelilingin Pulau Kelor
12.30 - 12.45: Berangkat ke Pulau Bidadari
12.45 - 13.45: Kelilingin Pulau Bidadari
13.45 - 14.00: Berangkat ke Pulau Cipir
14.00 - 15.00: Kelilingin Pulau Cipir
15.00 - 16.00: Kembali ke Pelabuhan Muara Kamal
16.00 - 17.00: Perjalanan kembali ke Museum Fatahillah
Ntar kalo mau nanya-nanya tentang buku "Rahasia Meede" santai aja, gak harus pas di sesi si pengarang E.S.Ito menjelaskan pas jam-nya dia, jam 07.15 - 07.45, pokoknya fleksibel aja dah, dan ntar tanya jawabnya bisa kesana-kemari, boleh tanya E.S.Ito langsung, boleh tanya Pak Lilie Suratminto, boleh tanya Pak Alwi Shahab, pokoknya peserta boleh nanya apa aja, kapan aja, pas lagi jalan di bagian belakang Museum Fatahillah, maupun pas jalan kaki ke Gedung Dasaad Musin Concern, atu di Bus AC dalam perjalanan menuju Pelabuhan Muara Kamal, ataupun di atas Kapal Motor dan selama keliling pulau-pulau yang kita tuju, dan narasumber bisa dan sangat dinantikan untuk menimpali cerita sejarahnya walopun pada saat itu tidak sedang menjadi narasumber utama.
Ya udin kalo begeto, ntar aye kirimin detailnya Senen atau Selasa deh (eh ngomong-ngomong ini udah cukup detail yakh informasinya? hehehe, yuk mari membayar dan ajak temen-temen yang laen, ntar akan kite tambahin lagi kapal motornya).
salam manis selalu,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

