17/04/09

Poster Literasi Goodreads Indonesia di WBD 2009

Poster 1: faceabook



Copy: connect you to the real world. baca itu seru. goodreads indonesia


Poster 2: Snow White



Copy: tak pernah ada kata terlambat untuk memulai. baca itu seru. goodreads indonesia


Poster 3: Trash Bin




Copy: jangan buang pengetahuan yang ada. baca itu seru. goodreads indonesia

15/04/09

Lebih lanjut soal World Book Day dan keterlibatan GRI

World Book Day Indonesia tahun ini bertema “Reading for Love” atau “Membaca Untuk Cinta”. Tema ini diangkat untuk mengingatkan kembali tentang kecintaan terhadap membaca dan pentingnya berbagi kecintaan membaca kepada orang lain di sekitar kita. Untuk itu perayaan WBD Indonesia 2009 dirancang khusus untuk memfasilitasi berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam perayaan tahunan ini di lingkungannya masing-masing.

Walaupun demikian, tradisi World Book Day Indonesia sebagai ajang berkumpul komunitas literasi akan tetap dipertahankan untuk menjaga kesinambungan gerakan literasi di Indonesia.

Tidak seperti WBD Indonesia sebelumnya yang dilaksanakan selama beberapa hari berturut-turut. Pusat perayaan WBD Indonesia tahun ini akan berlangsung setiap hari Sabtu dan Minggu di Museum Bank Mandiri - Kota. Berbagai kegiatan akan diselenggarakan di hari Sabtu dan Minggu mulai tanggal 23 April – 17 Mei 2009 sebagai alternatif masyarakat Jakarta dan sekitarnya dalam mengisi waktu luang. Setiap minggu tema yang diangkat berbeda-beda sebagai upaya memfasilitasi seluruh usia untuk ikut berpartisipasi dalam perayaan WBD Indonesia 2009.

Tepatnya, apa yang akan dilakukan Goodreads Indonesia?

1. Ikut serta dalam membuat poster literasi. 3 rancangan poster literasi akan diikutsertakan untuk dipamerkan dalam World Book Day 2009

2. Ikut jadi relawan "reading"/"storytelling" di WBD yang bertepatan dengan Car Free Day. Anggota GRI yang ingin terlibat silakan mendaftarkan diri ke Amang.

3. Membuka stand komunitas tanggal 16-17 Mei 2009. Di stand ini akan dipamerkan foto-foto kegiatan GRI, jualan merchandise, dan pembagian brosur. Anggota GRI yang ingin terlibat (misal ingin menjual mug, kaos, dll) silakan mendaftarkan diri ke Roos/Mia.

4. Even Book Swap Akbar. Tanggal 16 Mei di stand GRI akan digelar even Book Swap yang menjadi ciri khas Goodreads. Anggota GRI tinggal membawa bukumu yang ingin ditukarkan dengan buku lain yang lebih seru, lebih menarik untuk dibaca. Koordinator acara book swap ini: Sylvia

Goodreads Indonesia @ World Book Day Indonesia 2009



Goodreads Indonesia akan ikut mendukung kegiatan World Book Day 2009 yang berlangsung mulai bulan April-Mei 2009. Goodreads Indonesia akan ikut membantu teknis pelaksanaan kegiatan WBD 2009 dan akan membuka stand di puncak acara WBD 2009. Akan dijual macam-macam merchandise Goodreads dan kesempatan untuk Book Swap.

21 April 2009: Konferensi Pers

23 April 2009: Pembukaan Perayaan WBD Indonesia serta Pameran karya komunitas dan Poster Literasi

24 April -15 Mei 2009
- Pameran Karya Komunitas dan Poster Literasi di Musem Bank Mandiri
- World Book Day Goes to School (hanya di hari Senin-Jum’at)

25-26 April 2009: Minggu Anak, Remaja, dan Sekolah
- Persami Literasi
- Workshop Media Literasi untuk Guru
- Lomba-lomba dan Dongeng Anak
- Workshop dan Bedah Buku Remaja

2-3 Mei 2009: Minggu Keluarga
- Seminar dan Workshop Read Aloud
- Kuis ”Keluarga” Berburu Buku

9-10 Mei 2009: Minggu Pecinta Buku
- Bedah Buku dan Temu Penulis
- Workshop Penulisan
- Kuis Tebak Buku
- Curhat Penulis Bacaan Anak

16-17 Mei 2009: Minggu Komunitas
- Pameran Komunitas Literasi
- Bazar Buku
- Lelang karya komunitas
- Diskusi dan Temu Komunitas
- Penghargaan Tokoh Literasi

Ini kesempatan untuk para Goodreaders menunjukkan kecintaannya pada buku dan kesempatan untuk menyebarkan minat membaca ke orang banyak.

Bila ingin membantu GRI di WBD 2009, silakan kontak Roos/Mia/Amang/Gieb.

Bila belum jelas, silakan lihat penjelasan lebih lanjut keterlibatan GRI di WBD 2009 di http://www.goodreads.com/topic/show/131213-mau-apa-di-world-book-day-2009

13/10/08

Hasil Polling Buku Pilihan Bulan Oktober

Berikut ini hasil Polling Buku yang akan dibaca bulan Oktober 2008

1. Peter Pan In Scarlet-Peter Pan Berjubah Merah by Geraldine McCaughrean: 16 votes, 15.8%

2. Segelas Beras Untuk Berdua by Sindhunata: 32 votes, 31.7%

3. Angin pun Berbisik Kumpulan Sajak Cinta by Irwan Dwi Kusnanto: 4 votes, 4.0%

4. Matilda by Roald Dahl: 31 votes, 30.7%

5. Minggir Waktunya Gerakan Muda Memimpin by Eko Prasetyo: 18 votes, 17.8%

Total pemilih: 101 anggota

Jadi pemenangnya adalah buku:

Segelas Beras Untuk Berdua
karya Sindhunata

Published 2006 by Penerbit Buku Kompas

Buku ini mengisahkan sosok manusia, setelah penulisnya menyelami kehidupan orang miskin, rakyat jelata dan kaum pinggiran sampai dimensi yang terdalam. Empati, emosi dan kepekaan terhadap penderitaan rakyat kecil tergambar jelas dalam buku ini.


Selamat membaca bareng dan jangan lupa untuk share hasil ulasanmu dengan teman-teman.

09/10/08

Artikel 1/3: Profil Goodreads Indonesia di Kompas 5 Okt 08

Kami Tidak Pandang Buku
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/05/01455467/kami.tidak.pandang.buku

Minggu, 5 Oktober 2008
Lusiana Indriasari



Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya. Agar semakin banyak orang gemar membaca buku, komunitas pencinta buku Goodreads Indonesia aktif mengadakan kegiatan baca buku bersama.

Sesekali mereka juga menapak tilas dari buku berlatar belakang sejarah. Salah satu buku yang memberi gagasan itu adalah novel fiksi Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC karya ES Ito.

Demi menelusuri tempat bersejarah yang disebut-sebut dalam buku itu, Goodreads Indonesia menggandeng komunitas Sahabat Museum dan Jakarta’s Bookworms. Mereka lalu melakukan perjalanan mulai dari Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) hingga ke Pulau Onrust di Kepulauan Seribu.

Minggu (3/8) lalu, sekitar 350 orang dari berbagai usia berkumpul di Museum Fatahillah. Dengan 12 kapal tongkang sewaan mereka lalu berlayar ke Pulau Onrust.

Tidak lupa sang penulis novel, ES Ito, pun diajak serta. Ada juga pakar sejarah Jakarta, Alwi Shihab, dan Lilie Suratminto, penulis buku Makna Sosio Historis Batu Nisan VOC di Batavia.

Sambil menelusuri tempat-tempat bersejarah itu peserta asyik mendengarkan cerita di balik tempat bersejarah yang dikunjungi dari Alwi Shihab dan Lilie.

”Setelah membaca bukunya, kami ingin melihat langsung tempat bersejarah itu,” kata Amang Suramang, salah satu moderator komunitas Goodreads Indonesia.

Museum Fatahillah dipilih sebagai tempat berkumpul karena dalam Rahasia Meede, ES Ito menulis ada terowongan tua di Jakarta yang pintu masuknya berada di dalam Museum Fatahillah. Rute terowongan itu diyakini menuju tempat persembunyian emas VOC.

Rak buku
Komunitas Goodreads sebenarnya adalah komunitas baca internasional yang digagas Otis Chandler pada tahun 2007. Otis adalah pemilik perusahaan penerbitan di Amerika Serikat yang juga menerbitkan Los Angeles Times.

Pada bulan Juni tahun 2007, pencinta buku di Indonesia, Femmy Syahrani, membentuk grup di situs internet Goodreads internasional dan dikenal dengan nama Goodreads Indonesia. Sekarang komunitas ini digawangi lima moderator, yaitu Femmy, Amang, Roos, Lita, dan Gieb. Anggota komunitas Goodreads Indonesia kini sudah mencapai lebih dari 1.190 orang.

Di situs Goodreads Indonesia, masing-masing anggota memiliki ”rak buku” dan memajang koleksi buku yang mereka miliki. Saat mengeklik profil anggota, langsung terpampang deretan buku yang mereka miliki, lengkap dengan pemeringkatannya. ”Kalau ada yang berminat dan sudah saling kenal, bisa tukar-tukaran baca,” kata Amang yang punya koleksi 515 buku, termasuk tiga buku yang dilarang beredar di dalam negeri.

Menonton bersama
Oleh komunitas Goodreads Indonesia, membaca dibuat menjadi kegiatan menyenangkan. Selain melakukan kegiatan membaca bersama yang periode bacanya ditentukan, komunitas ini juga melengkapi imajinasi mereka dengan nonton film bersama.

Banyak buku yang sudah difilmkan menjadi santapan bagi para pencinta buku Goodreads Indonesia. Film-film yang beredar di pasaran seperti Harry Potter, Narnia, atau Laskar Pelangi yang diangkat dari buku sudah pasti menarik bagi anggota Goodreads Indonesia.

Selain menonton di bioskop, anggota komunitas juga menonton film-film dari DVD atau VCD. Sebagian film itu sudah sulit diperoleh di pasaran. ”Kami pernah nonton bersama film To Kill a Mocking Bird versi hitam-putih,” kata Gieb (30). Novel To Kill a Mocking Bird karya Harper Lee ini diangkat ke layar lebar tahun 1962 dan dibintangi aktor kawakan Gregory Peck.

Film-film zaman dulu ini dimiliki Aldo, salah satu anggota Goodreads Indonesia. Selain gemar mengoleksi buku, Aldo juga dikenal gemar mengoleksi film.

Meski usianya baru 1,5 tahun, tetapi komunitas pencinta buku ini termasuk yang paling aktif berkegiatan dibandingkan komunitas serupa lainnya. Dengan berinteraksi di dunia maya, mereka menggelar kegiatan baca buku bersama, lomba meresensi buku, dan diskusi buku.

Melalui dunia maya, mereka juga menggalang relawan untuk mengaktifkan perpustakaan di sekitar pembaca dengan membentuk wadah Sobat Perpus.

Rencananya Sobat Perpus akan mendata perpustakaan mana saja yang perlu dihidupkan lagi lalu mencari donasi untuk berkegiatan di perpustakaan tersebut atau untuk menambah koleksi buku.

”Kami bercita-cita membangun budaya membaca di masyarakat kita,” kata Amang. Dengan beragam kegiatannya, komunitas Goodreads Indonesia mencoba membentuk diri menjadi pembaca aktif. Mereka tidak ingin sekadar membaca buku lalu buku itu disimpan di rak setelah selesai dibaca.

Simak tekad mereka seperti tertulis di situs http://www.goodreads.com/group/show/345.Indonesia.

”Kami hidup untuk membaca buku. Buku apa saja boleh dibaca. Buku apa saja boleh dibicarakan. Pokoknya kami tidak pandang buku. Yang terpenting bagi kami, di milis ini kami bisa berbagi gagasan, pemikiran, dan perasaan dengan teman-teman sesama kutu buku.”