12/05/08

Behind The Scenes KOPI DARAT GOODREADS INDONESIA

by: gieb

Minggu (11/5), Kopi Darat Goodreads Indonesia berlangsung sukses. Sekitar 50 –an member Goodreads hadir menyemarakkan pertemuan untuk yang pertama kalinya digelar ini.
Tentunya, suksesnya acara ini bukan tanpa kerja keras. Beberapa sukarelawan Goodreaders merelakan waktu pribadinya untuk menggodok konsep KopDar Goodreads ini. Sebut saja Roos, yang selalu merelakan kamar kost-nya menjadi tempat rapat. Tak lupa juga hidangan martabak manis dan beberapa batang coklat. Dan tentu saja tikar biru, kesayangan Roos yang selalu menjadi alas kami untuk rapat. Beberapa kali rapat di tempat Roos, hujan dan petir selalu menghadang. Tapi kondisi ini tak menghalagi Syl, seorang perempuan tangguh dari Ciputat untuk tetap hadir dalam rapat. Dengan Serli, Yamaha Mio tercinta, Syl selalu hadir tepat waktu. Mengalahkan Bobokebo milik Amang, seorang penggiat iklan, yang selalu pulang kantor selepas jam 06.00. Meski telat, kehadiran Amang selalu dinantikan. Selain lucu, Amang juga cerdas dan lengkap. Hampir semua perlengkapan untuk acara Kopdar Goodreads adalah properti Amang. Dari mikropon, laptop, meja kecil, kamera, sound, spanduk, dll.

Tak hanya di tempat Roos, para sukarelawan Goodreads ini juga pernah mengadakan rapat di Rumah Sakit Pondok Indah. Keren kan? Tunggu dulu. Bukannya apa-apa, mereka sekalian menengok buah hati Syk yang baru saja terkena DBD. Sayang Gieb dan Coki tak bisa hadir. Karena ditekan oleh rejim pekerjaan. (Maaf temans). Tapi rapat tetap jalan. Dengan mengagendakan pemilihan tempat.

Warung Mbah Jingkrak dipilih setelah melalui studi kelayakan. Pertimbangan pertama adalah akses. Lokasi seputaran Blok M paling mudah dijangkau dari seantero Jakarta. Saingan Mbah Jingkrak adalah Mpoints di daerah Jeruk Purut. Tempatnya memang sangat menarik dan menggoda. Tapi karena keterbatasan akses, akhirnya dibatalkan. Selain itu, sewanya juga mahal.

Setelah beberapa kali mengadakan rapat, para sukarelawan ini mulai mendapat dukungan dari beberapa anggota Goodreads. Dahlia Syamsulyana misalnya. Sangat antusias untuk mengikuti rapat di Soto Ceker Mayestik. Sayang, Dahlia batal hadir rapat. Aaeman (64 tahun), mungkin anggota Goodreads tertua, juga selalu memberi semangat. Terutama untuk mengisi pembacaan puisi. Deaprillia, Windry, Kartix, adalah beberapa nama yang memberikan support juga. Tak lupa juga dari kutukutubuku.com yang ikut menyemarakkan KopDar.

Akhirnya, kerja keras itu terbayar sudah pada Minggu (11/5) pagi. Sempat takut juga kalau 75 –an orang yang daftar secara online hadir semua. Tempatnya sangat terbatas. Tetapi target para host terpenuhi. Sebelumnya hanya menargetkan 25 –an orang. Ternyata yang hadir 50 –an orang. Kehadiran teman-teman semakin membuat semangat para host untuk segera memulai acara.

Pukul 10.00 pagi, teman-teman Goodreads mulai hadir. Sedikit surprise dan penasaran juga. Selama ini teman-teman akrab di dunia maya. Apakah dalam dunia nyata juga bisa akrab. Dan sungguh luar biasa. Keadaan langsung bisa cair. Beberapa teman langsung asik ngobrol. Malah ada beberapa orang yang langsung tuker-tukeran buku.
Sebelumnya, teman-teman Goodreads yang hadir dibekali dengan name note yang ditempel di dada. Nama yang tertera tentunya adalah nama yang tertera di Goodreads juga. Jadi, tiba-tiba mata jadi awas dan memandang name note-nya. Wah, jadi penasaran pokoknya.
Pukul 11.00 tepat, acara dibuka oleh Syl yang kebagian jadi pembawa acara. Seru juga cara Syl mengajak teman-teman Goodreads berinteraksi. Si Amang, Coki dan Gieb mulai menjalankan jobdesk-nya sebagai tukang dokumentasi. Roos mulai mondar-mandir. Deaprillia khusyuk berhubungan dengan pihak Mbah Jingkrak membahas konsumsi.

Acara dimulai dengan perkenalan singkat dari semua teman-teman yang hadir. Perkenalan dimulai dengan mengatakan nama, aktivitas, dan buku yang paling disukai. Lucu-lucu juga perkenalannya. Apalagi saat Nielam mulai memperkenalkan diri. Nielam disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari teman-teman. Karena review Ayat-ayat Cinta yang menghebohkan itu. Dari semua teman-teman yang datang, beberapa orang memang belum menjadi anggota Goodreads. Ada juga yang baru dua hari bergabung di Goodreads langsung ikutan KopDar.

Setelah acara perkenalan selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi. Seyogyanya Aaeman akan membawakan 5 puisi dalam acara ini. Tapi karena kesehatannya agak terganggu saat mau berangkat ke KopDar, akhirnya Gieb membaca puisi sendirian. Penampilan Gieb cukup menghibur teman-teman Goodreads yang hadir. Dengan gayanya, Gieb membawakan 4 puisi. “Wuih, Gieb memang keren abis,” ujar Roos seusai acara. Amang pun sampai kehilangan kata-kata menyaksikan pembacaan puisi oleh Gieb. Syl berdecak kagum. Coki terheran-heran. Dahlia melongo. Semua terhipnotis oleh penampilan Gieb baca puisi. Dan tentu saja tepuk tangan yang meriah buat Gieb tidak pernah ketinggalan. Hehehe.

Seusai Gieb baca puisi, acara dilanjutkan dengan book swap. Alias tuker-tukeran buku. Teman-teman sangat antusias dengan acara ini. beberapa teman tampak tersenyum senang bisa menukar bukunya dengan buku yang lain. “Gila, gue dapat bukunya Chico Mendez. Itu buku selalu gue idam-idamkan,” teriak Coki. Ada juga lho buku kumpulan puisi Presiden kita. Jarang banget kan nemu buku seperti itu. Pokoknya seru sekali acara tuker-tukeran bukunya.

Puas dengan book swap, acara disambung dengan makan siang bersama. Nah, untuk acara ini memang tidak berjalan maksimal. Karena situasi warung yang sangat ramai, otomatis pegawai warung kewalahan melayani tamu-tamu yang lain. Keberadaan kami yang menempati di ruangan belakang sedikit terabaikan. Akhirnya banyak keluhan, sendoknya mana nih, ada sambelnya nggak, dll. Tetapi tentu saja hal ini tak mengurangi kemeriahan acara. Teman-teman tetap bersemangat dengan acara berikutnya yaitu obrolang ringan tentang masa depan KopDar Goodreads. Dari acara ini, terlempar ide dan wacana untuk menggelar acara KopDar secara periodik. Acaranya pun bisa beragam. Bedah buku, hunting buku bareng, nonton bareng (buku yang difilmkan), hingga berkunjung ke rumah penulis. Wuih, benar-benar PR yang melelahkan. Hehe.

Kemudian acara dilanjutkan dengan games yang dipandu oleh Roos. Dengan iming-iming hadiah buku, Roos memberikan tebakan kepada teman-teman seputar judul buku dan pengarangnya. Wuih, acara berlangsung meriah. Buku hadiah langsung ludes. Ternyata pengetahuan teman-teman tentang buku luar biasa. Pertanyaan belum selesai, sudah ada yang jawab. Dan benar jawabannya. Meriah euy. Selesai games, acara tambah meriah dengan kehadiran beberapa penulis yang juga anggota Goodreads. Poppy D. Chusfani salah satunya.

Tak terasa sudah jam 2 siang. Perut kenyang, hati gembira. Tak afdol rasanya bila tak ada momen foto bersama. Akhirnya, kami (para host) mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua teman-teman Goodreads yang hadir. Ditunggu acara selanjutnya. Dan ditunggu juga para host berikutnya. Hehe.

Tetap sehat. Tetap semangat. Membaca itu pertama. Jayalah Goodreads Indonesia. Jabat erat. Tabik.

1 komentar :

emanrais mengatakan...

Klo ditatapi, sesungguhnya banner blog ini udah rapi jali lho. Original, Goodreads Indonesia Bacaituseru. Berlatar belakang panorama magis bernuansa kehijauan yang sejuk asri. Gak ada implikasi sama mas Otis Chandler. Tinggal di edit ulang lalu dibikin kode embed.